Sir Alex Ferguson merupakan salah satu pelatih yang paling berhasil di klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Total SAF (singkatan dari dari Sir Alex Ferguson) berhasil merengkuh 35 gelar bergengsi baik dari arena lokal inggris maupun di tingkat internasional. Puluhan pemain sudah di orbitkan oleh SAF, di antaranya era 92 seperti pemain Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, Gary Neville, Chris Casper, Ben Thornley, dan George Switzer, era 98 seperti pemain David Beckham, Neville bersaudara (Gary dan Phil), Dennis Irwin, Jaap Stam, dan Henning Berg, dan masih banyak lagi pemain top seperti CR7 (Cristiano Ronaldo), Wayne Rooney, dan Luis Nani.
19 Mei 2013 merupakan tanggal terakhir melakoni sebagai manajer MU, hampir 10.000 hari SAF berada di klub yang berjuluk setan merah tersebut. SAF memberikan amanat kepada David Moyes yang sebelumnya ada arsitek dari klun sepak bola Everton, dengan hal tersebut David moyes mendapatkan julukan hangat yaitu CHOOSEN ONE. Pada awal perjalanan di MU, David Moyes memberikan banyak harapan yang tinggi pada pendukung Red Devils. Moyes mendatangkan beberapa pemain diantaranya adalah Marouane Fellaini, Juan Mata, dan Juan Mata. Dari 5 perandingan awal David Moyes meraih 2 Menang. 1 Seri. 3 Kalah. Dengan hasil yang tidak terlalu mentereng tersebut banyak pihak mulai meragukan kehandalan untuk menahkodai MU. Sampai pada tanggal 20 April 2014 merupakan tanggal terakhir moyes sebagai manajer MU.
Setelah itu manajemen MU menunjuk care taker Ryan Giggs yang merupakan pemain legendaris MU sampai akhir musim. Pada jendela musim 2014 manajemen MU menunjuk Luis Van Gaal, selama perjalannya LVG hanya memperoleh 52 persen kemenangan dan hanya bertahan 2 musim. LVG hanya berhasil merengkuh satu gelar yaitu Piala FA 2015-16.
Tidak lama kemudian manajemen MU mengontrak Jose Mourinho, pelatih yang berjuluk The Special One memiliki segundang prestasi baik itu bersama FC Forto, Chelsea, Real Madrid, dan Inter Milan serta banyak peryataan yang membuat jagad sepak bola dunia hangat, sering kali peryataan Jose sebagai pesan psy war sebelum pertandingan di mulai. Di era Jose mu berhasil mendatangkan Paul Pogba yang merupakan mantan pemain akademi MU dan salah satu kandidat pemain potensial yang akan digunakan untuk kebangkitan MU. Pada musim pertama Jose berhasil merengkuh gelar UEFA Cup dan hanya satu trofi itu lah bisa di raihnya. Setelah kalah dari Liverpool 1-3 di Anfield pada tanggal (17/12/2018) Jose resmi dipecat sebagai nakhoda MU.
Pada awal tahun akhir 2017-2018 manajemen MU menunjuk Ole Gunner Solskjaer sebagai manajer sementara MU, berkat penampilan apik MU menang di 9 pertandingan awal dan bisa dianggap mengangkat perfoma tim secara keseluruhan Solskjaer diberikan kontrak permanen selama 3 tahun. Setelah mendapatkan kontrak permanen Solskjaer mulai melakukan proyek cuci gudang, di awali dengan menjual Ander Herrera ke PSG Romelu Lukaku dan meminjamkan Alexis Sanchez ke Inter milan serta meminjam Crhis Smalling ke Inter MIlan. Fans MU mulai mempertanyakan keputusan tersebut. Bahkan dengan predikat Solskjaer dan payah nya manajemen MU untuk mendatangkan pemian hebat, persis hanya ada 2 nama yang bisa di daratkan yaitu Daniel James dari Swansea City dari dan Aaron Wan BIsakka dari Crystal Palace Football Club.
Pada pertandingan pra musim MU memberikan permainan yang cukup menjanjikan dengan rekor hanya 1 kali seri.dari 6 laga yang dilakoni. Pertandingan awal Premier League melawan chelsea, MU berhasil menang telak dengan skor 4-0 dengan pencetak gol Marcus Rashford 2 gol, Anthony Martial , dan Daniel James. Publik Old Trafford memberikan harapan besar kepada anak asuhan Solskjaer karena telah mengalahkan Chelsea yang merupakan salah satu musuh bebuyutan dalam beberapa tahun terakhir di EPL. Rapot Pertangahan musim MU iidak terlalu mengesakan hanya mampu bisa bercokol di peringkat ke 5 bahkan di bawah Chelsea yang telah dikalahkan 3 kali.
Di jeda musim dingin 2019/2020 mu melepas Asley Young Ke Inter milan dan Marcos Rojo ke Estudiantes serta mendatangkan Bruno Ferandes dari liga Portugal dan Odion Ighalo dari liga China. Pertanggal 8 febuari 2020 MU turun peringkat ke posisi 7 dengan statistik 9 kali menang , 9 kali seri dan 8 kalah serta masih berpatisipasi diajang FA CUP dan EUFA CUP.
Dengan rapor yang cukup minor tersebut Solskjaer diharapkan akan meningkatkan perfoma MU walaun hanya mendatangkan 2 pemain di akhir jeda transfer musim dingin dan cederanya striker andalan Marcus Rashford. Kendala yang dihadapi MU adalah tumpulnya eksekusi dari sektor penyerangan, bahkan jumlah peluang yang dihasilkan MU sangat mimim. Para pemain seakan bingung setelah memasuki sepertiga lapangan. Kreasi pemain lini kedua dianggap kurang mendukung, bongkar pasang lini kedua ditambah badai cedaera yang menghambat penguasahaan lini tengah. Pada sektor lini belakang pun MU belum terlalu apik, kerjasama Magurie dan Lindelof belum terjalin dengan baik serta kondisi angin-anginan Luke shaw bahkan tempatnya sempat digeser oleh pemain mudah brandon Williams
Tidak ada komentar:
Posting Komentar